Kisah Sukses Tan Hooi Ling, Wanita Pendiri GrabTaxi

0

Sebagai remaja Malaysia tahun 1990an, Tan Hooi Ling memiliki kegemaran yang sama seperti remaja di belahan dunia lainnya. Dia penggila gadget dan selalu ingin tahu apa saja perkembangan gadget.

Dikutip pada laman Forbes, Rabu, 18 November 2015, tak mengheran, jika Tan Hooi akhirnya menjadi salah satu cofounding GrabTaxi, salah satu perusahaan start-up sukses di Asia Tenggara.

Saat ini aplikasi GrabTaxi telah diunduh oleh lebih dari 9 juta perangkat mobile di 28 kota di enam negara, yakni Malaysia, Singapura, Filipina, Vietnam, Thailand, dan Indonesia.

Berawal dari nol, kini aset yang dimiliki GrabTaxi mencapai US$700 juta. GrabTaxi disokong oleh lima investor besar, yakni Softbank, GGV Capital, Tiger Global Management dan perusahaan BUMN Singapura, Vertex Venture Holdings.

Pada usia 32 tahun, Tan Hooi bersama dengan temannya yang juga berasal dari Malaysia, Anthony Tan mendirikan GrabTaxi pada 2012. Mereka berdua satu almamater dari Harvard Business School.

Tan Hooi mengungkapkan,  dia sangat cocok bekerja sama membesarkan GrabTaxi bersama Anthony Tan.

"Kami memiliki kekuatan untuk saling melengkapi, kami seperti yin dan yang. Anthony Tan adalah orang yang fokus pada pemasaran dan hubungan investor. Saya lebih ke operasional perusahaan. Saya selalu memastikan pekerja kami memproses pekerjaan dengan benar," paparnya.

Itulah yang menyebabkan sosok Tan Hooi kurang populer di masyarakat sebagai salah satu pendiri GrabTaxi, dibandingkan Anthony Tan.

Pertama kali diluncurkan, GrabTaxi bernama MyTeksi. Saat itu, Tan Hooi masih cuti dari pekerjaannya di McKinsey. Melihat peluang lebih start-upnya lebih bagus, dia lalu memutuskan untuk resign dari McKinsey di Amerika Serikat dan kembali ke Malaysia membesarkan MyTeksi.

Dia lalu mengubah nama MyTeksi menjadi GrabTaxi dengan tiga bidang utama, yakni GrabHitch, layanan ride sharing sosial yang terjangkau untuk pada komuter yang bisa menjadi solusi transportasi bagi masyarakat perkotaan.

GrabHitch dapat menjadi pilihan bagi para penumpang yang menginginkan layanan transportasi door-to-door dengan harga yang terjangkau. Pengemudi dapat berbagi kendaraan mereka dengan para penumpang yang memiliki tujuan sama untuk menutup biaya perjalanan mereka.

Lalu, GrabCar, yakni layanan penyewaan kendaraan pribadi, dan GrabBike, layanan pemesanan taksi motor (ojek).

Tan Hooi mengungkapkan, dia membidik pasar Asia Tenggara untuk membesarkan bisnisnya.

"Pertama, karena Asia Tenggara adalah tempat kami berasal. Kedua, karena banyak perusahaan global juga melirik pasar Asia Tenggara menjadi prioritas pengembangan bisnisnya," tuturnya.

Sumber : viva.co.id
Jangan Lupa DISHARE Ya :

Related Article

Komentar Facebook:

0 Komentar Blog:

Like Us On Facebook

Fokus Hari Ini

Recent Posts