Cara Sederhana Mengajarkan Anak Mengatur Keuangan

0

Sering kita temui, orang tua yang dulunya serba kekurangan dan sekarang serba berkecukupan cenderung memanjakan anak dengan membelikan apa saja. Seperti balas dendam. Mereka sering berdalih,"Untuk apa bekerja banting tulang kalau bukan untuk anak."

Padahal, orang tua yang baik tentu ingin anaknya menghargai uang. Anak harus dikenalkan dengan pengelolaan keuangan, termasuk investasi sesuai dengan kebutuhan dan usia mereka. Karena, perencanaan keuangan segaris dengan gaya hidup.Mengajar anak tentang perencanaan keuangan tidak harus dengan uang. Cara sederhana dan dialami sehari-hari dapat kita jadikan bahan pelajaran tentang perencanaan keuangan.

Misalnya dengan bersikap hemat di kamar mandi; tidak menggunakan air secara berlebihan, menutup kembali penutup pasta gigi agar isinya tidak terbuang, dan mematikan kembali lampu kamar mandi sehabis mandi. Semua itu bertujuan untuk menghemat pengeluaran uang.

Game board semacam Monopoli merupakan sarana yang baik untuk mengajarkan kepada anak tentang uang. Anak perlu diajak belajar menghargai uang dan menggunakannya dengan bijak. Uang tidak untuk dihabiskan dalam waktu singkat. Menunda konsumsi untuk investasi perlu diajarkan agar anak cerdas menggunakan uangnya.

Pada awalnya anak memang harus diberi pemahaman bahwa uang tidak jatuh dari langit. Kita harus bekerja untuk memperoleh gaji berupa uang, dan uang itu harus digunakan dengan baik untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

Di usia lebih besar, anak mulai diperkenalkan kegunaan uang. JIka anak tidak tahu gunanya uang, maka ia tidak akan pernah membedakan antara membeli karena kebutuhan dan membeli hanya karena keinginan. Mengajak anak berbelanja merupakan cara untuk mengenalkan tentang harga dan prioritas kebutuhan. Anda dapat mengatakan bahwa barang yang dibeli hanya barang yang diperlukan, bukan yang kita inginkan.

Beri kepercayaan kepada anak untuk memegang uang dan memberinya kesempatan untuk membeli sesuatu. Ajarkan anak menabung untuk membeli barang yang dia perlukan, sehingga ia lebih menghargai barang yang ia beli. Untuk anak remaja, mulailah membiasakannya mengambil keputusan sendiri dan menanggung risiko sendiri. Misalnya, anak Anda ingin membeli ponsel. Biarkan ia memilih merk ponsel sesuai uang yang ia miliki. Ketika ponsel itu rusak, ia akan belajar dari kesalahan dan keputusannya sendiri. Kedewasaan finansial ini perlu agar ia kelak tidak terjerumus dalam lembah utang dan gaya hidup semu.

Langkah terbesar dalam mengajarkan anak tentang uang adalah memberi contoh yang baik dari kita, kedua orang tuanya. Berapa pun usia anak, contoh yang baik dan sikap tegas sangat diperlukan ketika mengajarkan perilaku yang baik -termasuk bertanggung jawab terhadap uang. Bila kita hidup bahagia dengan semu, artinya hidup dibiayai dengan utang kartu kredit, anak pun akan berperilaku sama. Anak perlu diberi contoh menabung, kemudian diajarkan cara berinvestasi saat menjelang dewasa. Anak yang sudah beranjak dewasa perlu diajak ke bank dan membeli produk investasi seperti reksadana, dan memhami pentingnya investasi untuk hidup sejahtera.


Eko B. Supriyanto,
Direktur The Finance Research
Sumber : Pesona
Jangan Lupa DISHARE Ya :

Related Article

Komentar Facebook:

0 Komentar Blog:

Like Us On Facebook

Fokus Hari Ini

Recent Posts